Jose Mourinho menilai kepergian Zlatan Ibrahimovic dari Paris Saint-Germain akhir musim lalu merupakan hal yang baik bagi Liga Prancis.
Sejak direkrut oleh PSG pada musim panas tahun 2012 silam, Ibrahimovic telah meraih berbagai trofi bersama klub ibukota Prancis tersebut. Ibra berhasil mengumpulkan 12 trofi termasuk 4 gelar Liga Prancis yang diraihnya secara beruntun sejak musim 2012/2013 hingga 2015/2016.
Ibrahimovic juga muncul sebagai pencetak gol terbanyak PSG dalam sejarah dengan catatan 154 gol selama empat musim karirnya di Liga Prancis. Ibra memilih untuk tak memperpanjang kontraknya bersama PSG pada akhir musim lalu dan pergi ke Liga Inggris bergabung dengan mantan pelatihnya, Jose Mourinho, di Manchester United.
Mourinho menilai kepergian Ibra dari Liga Prancis, membawa efek yang positif bagi jalannya liga di sana. Mourinho merasa kekuatan di sana semakin merata dan PSG tak lagi mendominasi. Saat ini pimpinan klasemen sementara Liga Prancis dipegang oleh Nice, dan PSG justru hanya menempati peringkat ketiga dengan selisih 5 poin dari Nice.
“Pertama-tama, saya pikir orang-orang di Prancis harus merasa bahagia bahwa dia [Zlatan Ibrahimovic] pergi karena sekarang anda memiliki sebuah liga yang normal,” ujar Mourinho kepada SFR Sport.
“Dengan adanya dia itu sama saja seperti tidak ada sebuah liga. Dengannya, juaranya sudah dipastikan adalah Paris Saint-Germain, dan terus seperti itu. Mereka memenangkan gelar juara liga, cup, Piala Liga, Piala Super, semuanya, dan sekarang anda memiliki sebuah liga yang normal.
“Sekarang anda memiliki sebuah liga yang saya tonton. Saya tertarik untuk mengikuti perkembangan mereka. Nice bersama dengan [Mario] Balotelli, Monaco yang dilatih teman saya Leonardo [Jardim], mereka semua bersaing dengan Paris Saint-Germain.
“Sekarang saya menonton pertandingan Liga Prancis, jadi anda harus berterima kasih kepadanya karena ia pergi dari sana.”
“Dia sudah melakukan hal yang fenomenal,” lanjut Mourinho. “Dia bukan hanya tentang gol semata, namun juga tentang semangat yang ia bahwa ke dalam sesi latihan.
“Dia pernah bersama saya sebelumnya ketika ia masih berusia 25, 26 tahun, atau mungkin 27 tahun. Sekarang saya kembali bersamanya saat dia berada di periode akhir karirnya, namun justru saya lebih memilih dirinya saat ini.”
EmoticonEmoticon